Ujian..


Sejenis kata yang sangat bermusuhan dengan yang namanya siswa, setuju?
dengan kata dasar uji, atau menguji kembali kemampuan. Tujuan ujian sendiri untuk menguji sampai dimana kemampuan kita, bahkan untuk mengulang kembali apa yang sudah pernah kita dapatkan.
Kalau buat seorang siswa yang masih duduk dibangku sekolah, ujian itu seperti mengulang kembali masa lalu dengan seberkas pelajaran-pelajaran yang sedikit (banyak) membingungkan itu, entah itu fisika, kimia, matematika apalagi!..mereka semua itu adalah ,musuh terbesar para siswa.
Dia terus menguji apa yang ada di kepala kita, entah kita masih ingat itu ataukah tidak. Segala sesuatu yang sudah pernah kita alami seringkai itulah yang akan diuji.
Namun, apa yang selalu kita lihat dari “ujian” soal-soalnya yang susah, sehingga terus membuat kita mengeluh, ataupun rasa malas kita untuk mengulang segala sesuatu yang sudah dilewati. Cuma itu kan yang sering kita lakukan ketika ujian akan dimulai?
Ujian diadakan untuk menguji kita, sampai dimana kemampuan kita, samapi dimana level kita, atau sudah seberkualitas apa hidup kita?
Manusia itu harus diuji, Dia yang memberi ujian adalah Dia yang tahu persis siapa orang yang diberi soal olehNya. Dia tahu kita bisa, tapi seringkali kita munafik, belum dijalani, bahkan baru saja membuka lembar demi lembar soal kehidupan yang diberiNya, kita sudah mengeluh, ketika kita mulai membaca soal itu, kita mengeluh lagi..dan waktu kita habis dengan segala keluhan yang tidak penting. Ketika kertas ujian sudah akan dikumpul, kita tidak mencoretkan sebercak tinta pena didalamnya. Kemudian kita gagal.
“Kenapa kamu tidak mengisi lembaran-lembaran itu nak, Aku tahu kamu bisa, tapi mengapa kamu menghabiskan waktumu hanya dengan mengeluh, bukankah ini untuk membuatmu menjadi manusia yang lebih baik lagi ?” Dia terus bertanya pada kita. Lalu apa jawaban kita? “ini terlalu susah”
Ini terlalu susah jika kita terus mengeluh..
Sudah seberkualitas apa dirimu?
Terima ujian kehidupan itu, buka perlahan lembar demi lembar, baca dengan saksama, jawablah dengan penuh keyakinan, jangan pernah mengeluh!
Triiiiiiiiiiiiiing..bel sudah berbunyi tanda soal itu sudah harus dikumpulkan, kemudian sudahkan anda mencoret dilembar jawaban anda? atau membiarkannya kosong dan anda menyandang predikat gagal (lagi)?
Setelah itu anda akan tahu seberapa berkualitas hidup anda dan sudah berapa level yang anda lewati selama menghirup oksigen free didunia.. :)    

Komentar